Ibu adalah oraang yang telah
mengandung saya selama 9 bulan. Yang telah menyayangi saya selama sisa umurnya.
Yang telah membesarkan saya hingga saya dewasa. Tak ada rasa mengeluh dalam
dirinya dari mengandung, melahirkan dan membesarkan saya.
Dia mempertaruhkan nyawa selama
melahirkan saya. Rasa sesal tidak pernah terucap saat melahirkan saya. Semua
rasa sakit yang ia rasakan seakan tak pernah ada saat saya keluar. Semua rasa
sakit itu berubah menjadi kebahagiaan setelah saya lahir dan melihat dunia baru
yang selama ini ia rasakan.
Semakin hari saya semakin besar.
Saya bisa melakukan banyak hal karenanya. Bisa berhitung, membaca, menulis
karena dia yang mengajarkannya. Tanpanya
mungkin saya bukan apa-apa.
Saat saya mulai ramaja. Ibu tak
pernah berhenti menghawatirkanku. Ketika saya sering pulang terlambat dengan
berbagai alasan, ibu hanya menatap penuh cemas.
Ibuku menyayangiku seperti ibu
pada umumnya. Dia hanya menusia biasa yang telah melahirkanku. Tak ada yang
istimewa darinya. Tapi bagiku dia adalah orang yang paling istimewa didunia
ini, karenanya aku lahir dan tumbuh besar berkat kasih sayangnya.
Mungkin ibu sering memarahi
saya. Tapi saya tau itu membuat saya menjadi anak yang lebih baik. Sejak kita
dikandungannya ibu selalu berharap saya menjadi anak yang baik, anak yang
sholeh. Tapi saya belum bisa memberikan apa ia inginkan.