Minggu, 08 Februari 2015

Seperti Ilmu Padi, Semakin Berisi Semakin Merunduk

                Pada posting kali ini saya akan menulis tentang peribahasa. Apa kalian tahu apa peribahasa? Menurut KBBI peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu. Tapi kali ini saya akan menulis peribahasa “Seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk” Menurut kalian apa maksud peribahas itu?. Ditujukan kepada siapa peribahasa itu?.
                Pribahasa “Ilmu padi. Semakin berisi semakin merunduk” adalah pribahasa asli Indonesia yang tidak mengambil dari Negara manapun. Menurut buku yang saya baca arti pribahasa itu adalah semakin banyak ilmu, semakin merendahkan dirinya (tidak sombong). Memang sering kali jika kita mempunyai kelebihan yang di berikan Allah, kita seringkali berbangga diri dengan kelebihan itu. Kita merasa bahwa keberhasilan kita itu adalah usaha kita sendiri dan merasa kita lebih tinggi atau lebih mampu dibanding orang lain.
                Ketika kita diberi kelebihan oleh Allah berupa kekayaan, kecantikan/ketampanan, atau berupa kepintaran kita sering kali tidak mau bergaul kepada orang –orang yang dibawah kita. Pada saat kita merasa diri kita lebih dari orang lain, atau pada saat kita berhasil karena kerja keras kita semata, maka pada saat itu kita akan lupa kepada Allah. Lupa bahwa Allah yang telah memberikan keberhasilan kepada kita.
                Kita tidak berhak untuk berbangga diri, karena pada dasarnya kelebihan yang kita miliki hanyalah pemberian dari Allah. Bisa saja suatu saat nanti ternyata Allah mentakdirkan kita kehilangan semua kelebihan kita sehingga kita tidak memiliki apa-apa yang dulu kita bangga-banggakan.
                Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka dari itu kita tidak boleh menyombongkan setiap kelebihan kita. Dan kita tidak boleh minder atau tidak percaya diri terhadap kekurangan yang kita miliki. Kita hanya perlu berusaha memperbaiki kekurangan-kekurangan itu agar menjadi lebih baik.
                Sebagai manusia kita hanya bisa berdo’a kepada Allah dan meminta perlindungannya agar kita terhindar dari perbuatan-perbuatan yang tidak disukai olehnya. Dan kita harus selalu bersyukur kepada Allah atas apa yang kita miliki saat ini karena dengan bersyukur kita bisa menjauhi perbuatan sombong. Karena sombong hanya akan merugikan diri kita sendiri, seperti dijauhi oleh teman, tidak disukai orang lain, menjadi jauh kepada Allah dan perbuatan sombong tidak akan membawa dampak baik ;kepada diri kita.

Sebut Saja Orang



          Pada posting kali in saya akan menulis tenitang orang yang berjasa dalam hidup saya. Menurut kalian siapa orang yang berjasa dalam hidup kalian? Ibu? Ayah? Kakak? atau adik kalian?. Mungkin kebanyakan dari kita menganggap keluargalah yang paling berjasa dalam hidup kalian. Tapi apakah kalian mempunyai orang lain yang berjasa dalam hidup kalian?. Seperti teman, sahabat atau tetangga?.
          Menurut saya orang yang berjasa dalam hidup saya adalah sahabat-sahabat saya. Saya sudah bersahabat dengan mereka sejak kelas 3 SD hingga sekarang. Sebenarnya kita semua sudah berada di satu sekolah sejak TK tapi kita baru mengenal satu sama lain dan menjadi dekat  sejak kelas 3 SD. Saya tidak akan menyebutkan nama mereka jadi saya akan meyebutnya dengan si A, si B, dan si C.
          Pasti semua orang memiliki sifat yang berbeda-beda. Namum dengan perbedaan itu kita justru saling melengkapi. Seperti si  A yang kurang percaya diri, si C yang over percaya diri selalu menyemangati. Seperti si C yang suka marah dengan hal-hal kecil si A selalu meredam kemarahannya, jadi jika si C marah-marah kita sering tidak menghiraukannya karena itu sudah seperti makanan sehari-hari ketika kita bertemu.
          Semakin hari persahabatan kita semaikin dekat, dulu ketika SD sepulang sekolah kita selalu bermain bersama. Ketika beranjak SMP kita jarang bertemu karena sibuk dengan tugas masing-masing. Tapi ketika beranjak SMA kita sadar jika kita jarang bertemu dan berkomunikasi hubungan bersahabatan kita akan renggang. Jadi jika ada waktu luang kita berkumpul dan pergi bersama-sama.
           Ketika saya sedang dilanda suatu masalah, saya selalu menceritakan semuanya pada mereka. mereka juga selalu menceritakan masalahnya kepada saya, dan selalu mencari jalan keluar dari masalah yang kita hadapi bersama-sama. Setelah saya menceritakan masalah saya ke mereka saya merasa seperti tidak ada beban dalam hidup saya. Dan mereka selalu bisa mencari jalan keluar di setiap masalah-masalah saya.
          Saya bersyukur bisa mengenal mereka selama 7 tahun terakhir ini. Mereka adalah orang-orang terbaik yang pernah saya kenal. Dan saya selalu berterima kasih kepada Allah Swt karena telah memmpertemukan saya dengan mereka. Jika Allah mengijinkan saya tidak ingin berpisah dengan mereka sampai kapanpun.