Minggu, 25 Januari 2015

ibu



                Ibu adalah oraang yang telah mengandung saya selama 9 bulan. Yang telah menyayangi saya selama sisa umurnya. Yang telah membesarkan saya hingga saya dewasa. Tak ada rasa mengeluh dalam dirinya dari mengandung, melahirkan dan membesarkan saya.
                Dia mempertaruhkan nyawa selama melahirkan saya. Rasa sesal tidak pernah terucap saat melahirkan saya. Semua rasa sakit yang ia rasakan seakan tak pernah ada saat saya keluar. Semua rasa sakit itu berubah menjadi kebahagiaan setelah saya lahir dan melihat dunia baru yang selama ini ia rasakan.
                Semakin hari saya semakin besar. Saya bisa melakukan banyak hal karenanya. Bisa berhitung, membaca, menulis karena dia yang mengajarkannya. Tanpanya  mungkin saya bukan apa-apa.
                Saat saya mulai ramaja. Ibu tak pernah berhenti menghawatirkanku. Ketika saya sering pulang terlambat dengan berbagai alasan, ibu hanya menatap penuh cemas.
                Ibuku menyayangiku seperti ibu pada umumnya. Dia hanya menusia biasa yang telah melahirkanku. Tak ada yang istimewa darinya. Tapi bagiku dia adalah orang yang paling istimewa didunia ini, karenanya aku lahir dan tumbuh besar berkat kasih sayangnya.
                Mungkin ibu sering memarahi saya. Tapi saya tau itu membuat saya menjadi anak yang lebih baik. Sejak kita dikandungannya ibu selalu berharap saya menjadi anak yang baik, anak yang sholeh. Tapi saya belum bisa memberikan apa ia inginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar